Mengenal Tentang Djoko Santoso yang Dimakamkan di San Diego Hills

Jenderal TNI Djoko Santoso, M.Si lahir pada tanggal 8 September 1952 di Surakarta, Jawa Tengah. Namun beliau meninggal tanggal 10 Mei 2020 di Jakarta di usianya pada 67 tahun. Beliau kemudian dimakamkan di San Diego Hills.

Tentang Djoko Santoso

Djoko Santoso pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat dari tahun 2005 hingga tahun 2007 hingga kemudian menjabat sebagai Panglima TNI mulai tahun 2007 hingga tahun 2010. Namun awal mula karirnya di dunia milit dimulai dengan mendapatkan jabatan sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121 / Macan Kumbang.

Kemudian di tahun 1998, ia beliau memulai karirnya setelah menjadi perwira tinggi sebagai Waassospol Kaster TNI. Pada tahun 2000 ia menjabat sebagai Kasdam IV/Diponegoro dan di tahun 2001 menjabat sebagai Pangdivif 2/Kostrad.

Djoko Santoso mulai dikenal oleh banyak orang dengan namanya yang sangat populer setelah ia menjabat sebagai Panglima Kodam XVI / Pattimura dan Pangkoopslihkam (Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan) di tahun 2002 hingga tahun 2003 yang berhasil meredam konflik yang terjadi di Maluku kemudian mendapatkan jabatan berikutnya pada tahun 2003 di bulan Maret hingga bulan Oktober sebagai Panglima Kodam Jaya.

Karir Djoko Santoso kemudian selalu naik bahkan hingga ia menjadi Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) di tahun 2003. Di tahun 2005, ia menjabat sebagai Kasad (Kepala Staf TNI-AD), hingga pada tahun 2007 sampai tahun 2010 ia menjabat sebagai Panglima TNI.

Ia bersekolah di SMA Negeri 1 Surakarta dan juga telah berhasil menyelesaikan studinya di sana. Setelah itu di tahun 1975 setelah lulus, ia kemudian masuk ke Akademi Militer. Bukan itu saja, ia juga mengikuti Sussarcabif (Kursus Dasar Kecabangan Infanteri) di tahun 1976, Suslapapur (Kursus Lanjutan Perwira Tempur) di tahun 1987, Seskoad (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat) di tahun 1990 dan di tahun 2005 mengikuti Lemhannas.

Pendidikan Djoko Santoso tidak sampai di situ saja. Ia bahkan masih melanjutkan studinya dengan mengambil jurusan Sarjana Ilmu Politik pada S1 dan Manajemein Politik pada S2 di Universitas Terbuka di Jakarta.

Pemakaman Djoko Santoso di San Diego Hills

Djoko Santoso meninggal dunia pada 10 Mei 2020 hari Minggu di pagi hari pada umur 67 tahun dikarenakan penyakit yang dideritanya. Ia meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Beliau kemudian dimakamkan di San Diego Hills yang terletak di Karawang, Jawa Barat.

Nama San Diego Hills sudah tidak asing lagi sebagai tempat pemakaman yang mewah dan juga elit dengan lahan yang luas yaitu 502 hektar. Di lahan seluas ini, Anda akan menemukan banyak pilihan tipe makam untuk 1 orang hingga lebih dari 10 orang dengan lokasi yang berbeda-beda. Biasanya semakin tinggi lokasi atau berada di puncak maka harga makam akan semakin mahal.

Jadi bukan hanya jumlah makam yang menjadi penentu harga namun juga lokasi makam termasuk desain arsitektur mansion yang ada di sana. Beberapa mansion bahkan memungkinkan Anda untuk membangun atau menambahkan beberapa tambahan fasilitas atau bangunan namun harus mendapatkan izin dari pihak San Diego Hills terlebih dahulu.

Djoko Santoso dimakamkan di area khusus untuk para pahlawan. Di San Diego Hills juga ada tempat penyimpanan abu jenazah sehingga bagi yang dikremasi abunya bisa disimpan di bangunan khusus yang ada di San Diego Hills. San Diego Hills mengutamakan kenyamanan dan juga keamanan bagi para peziarah, pemilik makam, ataupun yang hanya sekedar datang berkunjung ke San Diego Hills.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *