Mengenal Tentang Basofi Soedirman yang Dimakamkan di San Diego Hills

Nama Anggodo Widjojo sempat ramai dibicarakan pada tahun 2009 dan 2010. Nama Anggodo dan Anggoro tidak lepas dari kata cicak dan buaya. Namun, Anggodo telah meninggal dunia di Rumah Sakit Perdana Menteri Nginden Surabaya, Jawa Timur dan jenazahnya dimakamkan di San Diego Hills. Anggodo yang sedang berusia 63 tahun pada waktu itu menjadi tersangka kasus suap yang dipimpin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia berusaha mencegah KPK mengusut sistem komunikasi radio terintegrasi yang melibatkan kakaknya, Anggoro. Anggoro ikut serta dalam proses pidana dan menyuap empat anggota DPR IV serta memenangkan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Kementerian Kehutanan 2006-2007 Proyek Rp 180 Milyar.

Anggodo Widjojo Terkenal Dengan Istilah Cicak vs Buaya

Kasus Anggodo dan Anggoro ramai diperbincangkan dan memicu konflik antara KPK dan Polri yang berujung pada munculnya istilah cicak dan buaya. Kasus tersebut melibatkan dua pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Bibit S Rianto, yang diduga menjadi terpidana.

Bibit dan Chandra dicurigai polisi dan didakwa menerima suap dari Anggoro melalui Anggodo dan dituding menyalahgunakan kewenangannya saat mengeluarkan surat pencegahan dari PT Era Giat Priman Djoko S Tjandra dan Direktur PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo. Namun ternyata terlihat rekaman percakapan yang disadap KPK itu bohong.

Anggodo Widjojo dijatuhi hukuman penjara hingga tahun 2019 tetapi dibebaskan bersyarat pada 6 Maret 2015. Dia akan mendapatkan kebebasan murni sebelum akhir 14 Januari 2019. Anggodo dinyatakan bersalah atas tindak pidana persidangan, yakni berusaha mencapai kesepakatan dan menghalangi proses penyidikan. Ia diduga berusaha menyuap penyidik dan pimpinan KPK senilai 5 miliar rupiah.

Bisnis Anggodo Widjojo

Anggodo dan Anggoro mendapatkan bakat bisnis dari ayahnya Ang Gai Hwa yang sangat fleksibel di kalangan industri Surabaya. Ayah mereka dikenal menjual dinamo di daerah Kalimati dan lebih dikenal di kompleks Kembang Jepun, Surabaya, Jawa Timur. Mereka akhirnya menjalankan bisnis keluarga, tetapi sayang, mereka terjerumus ke dalam situasi ilegal.

Anggodo adalah seorang pengusaha jati bahkan dikenal sebagai “Raja Jati” karena memang ia adalah ahli kayu jati. Ong Yuliana adalah wanita yang bisa meluluhkan hati Anggodo. Menurut pemberitaan, mereka sudah sangat dekat sejak kasus Anggodo dengan Ong terjadi pada 2006 yang menimbulkan kontroversi di Surabaya akibat kasus narkoba.

Pemakaman Anggodo Widjojo di San Diego Hills

San Diego Hills merupakan pemakaman yang sangat populer di Indonesia karena keunikan dan juga keindahannya. Anda tidak akan melihat berbagai fasilitas yang hanya ada di San Diego Hills dan tidak ada di tempat pemakaman yang lain.

Bahkan keindahan tempat pemakaman ini tidak ada tandingannya. Setelah Anda masuk ke area San Diego Hills, Anda akan melihat bahwa seluruh area ditumbuhi oleh rerumputan yang hijau dan pohon yang rindang.

Terdapat juga jalan setapak untuk menuju beberapa mansion di San Diego Hills. Beberapa fasilitas yang ada di San Diego Hills seperti jogging track, area untuk bersepeda, area camping atau outbond, restoran italia, danau buatan yang indah, heli pad, dan berbagai fasilitas keren lainnya.

Kemewahan dan keindahan ini memang tidak diragukan lagi apalagi sampai Anggodo Widjojo dimakamkan di sini. Belum lagi banyaknya pilihan tipe makam yang tersedia di berbagai lokasi dengan ketinggian bukit yang berbeda-beda. Dengan ini maka Anda bisa lebih mudah memilih sesuai kebutuhan. Namun ingat bahwa lahan makam San Diego Hills terbatas dan juga harga yang akan selalu naik setiap tahunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *